Etika berhubungan dengan perilaku manusia. Manusia itu yakin dan
wajib berbuat baik dan menghindari yang jahat. Oleh karena itu dalam
etika mempermasalahkan hal-hal seperti: apakah yang disebut baik itu,
apakah yang buruk itu, apakah ukuran baik dan buruk itu, apakah suara
batin itu, mengapa orang terikat pada kesusilaan.
Profesionalisme adalah suatu kemampuan yang dianggap berbeda dalam
menjalankan suatu pekerjaan . Profesionalisme dapat diartikan juga
dengan suatu keahlian dalam penanganan suatu masalah atau pekerjaan
dengan hasil yang maksimal dikarenakan telah menguasai bidang yang
dijalankan tersebut.
CIRI-CIRI PROFESIONALISME
Di bawah ini dikemukakan beberapa ciri profesionalisme :
1. Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil
(perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari
peningkatan mutu.
2. Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
3. Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
4. Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak
tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan
kenikmatan hidup.
5. Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.
Beberapa pengertian tentang etika profesi
1. Merupakan hasil pengaturan diri profesi yang bersangkutan dan ini
perwujudan moral yang hakiki, yang tidak dapat dipaksakan dari luar.
2. Dapat berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.
3. Merupakan rumusan norma moral manusia yang mengemban profesi itu.
4. Tolak ukur perbuatan anggota kelompok profesi.
5. Merupakan upaya pencegahan berbuat yang tidak etis bagi anggotanya
Why
Kode Etik ini menekankan agar software engineer (IT profesional)
memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga agar profesinya adalah
profesi yang bermanfaat bagi masyarakat dan merupakan profesi yang
terhormat. Komitmen ini tercermin pada saat seorang software engineer
melakukan kegiatannya dalam membangun software, mulai dari melakukan
analisa, membuat spesifikasi, membuat design, melakukan coding, testing
maupun pemeliharaan software.
Pada setiap kegiatan tersebut, peran software engineer sangat
penting, karena ia turut menentukan hasil akhir dari suatu pengembangan
system. Dengan kata lain, dia berada dalam posisi untuk berbuat kebaikan
atau berbuat yang merugikan orang lain. Untuk itulah pentingnya Kode
Etik ini diterapkan oleh setiap individu software engineer.
When
Kapan etika dan profesionalisme TSI ini diterapkan?
etika dan profesionalisme TSI ini diterapkan dimana pada saat para IT
profesional ini melakukan kegiatannya yang ditujukan khusus kepada
Software Engineer sebagai salah satu bidang yang perannya makin
meningkat di IT.
Who
Kalau kita melihat Kode Etik seperti yang disebutkan di atas, ada lima aktor yang perlu diperhatikan:
Publik
Client
Perusahaan
Rekan Kerja
Diri Sendiri
Referensi :
1. http://fioraharahap.blogspot.com/2010/03/etika-dan-profesionalisme-tsi.html
2. http://www.scribd.com/doc/55620512/Pengertian-Etika
Selasa, 11 Maret 2014
Selasa, 14 Januari 2014
Peranan Telematika
Peranan Telematika
Di zaman dahulu, manusia saling berkomunikasi dalam melakukan
kehidupan sehari-hari dalam beberapa kegiatan, dengan menggunakan simbol-simbol
material berupa ukiran pada batu, dinding gua, dan lain sebagainya. Komunikasi secara
tertulis yang semula dikembangkan memungkinkan informasi untuk disimpan dan
dibaca oleh manusia di lain waktu kemudian. Penyimpanan dan pengalihan
informasi melalui teknologi umumnya berlangsung secara lamban, mahal, dan
membutuhkan banyak tenaga.
Pada saat ini
dengan ditemukannya suatu teknologi cetak ( printing technology ), informasi
dapat dialihkan ke lebih banyak orang, di wilayah yang lebih luas, dan dengan
biaya yang lebih murah. Di peralihan zaman millennium sekarang ini,
perkembangan media elektronik, mencakup radio, televisi, dan telepon, telah
memungkinkan penurunan waktu pengalihan informasi secara dramatik.
Begitu juga jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang dalam proses komunikasi dan pertukaran informasi. Dimana pada saat ini juga biaya penyimpanan dan pengantaran informasi secara elektronik kini telah semakin banyak ditentukan oleh kebijakan public, ketimbang oleh faktor-faktor teknikal semata. Misalnya, pada harga pulsa telepon lebih terkait dengan kebijakan regulasi public dari pada harga actual yang dibutuhkannya.
Pada komputer digital dan media penyimpanan informasi berskala
besar dan missal telah memungkinkan terwujudnya basis data dengan kemampuan
untuk memproses dan memanipulasi informasi. Tidak dengan informasi tertulis,
data yang tersimpan secara elektronik ini ‘tak tampak‘ bagi mata biasa, kecuali
bagi perangkat keras dan lunak untuk melakukan decoding ( seperti komputer
dengan kartu baca magnetic ).
Teknologi pemrosesan data secara elektronik ini bersama dengan
teknologi komputer digital telah menghasilkan sebuah aliansi sinergis baru yang
dikenal luas sebagai teknologi informasi, atau Teknologi Telematika. Ruang,
waktu, dan biaya secara berangsur-angsur direduksi melalui aplikasi-aplikasi
teknologi komputer, penyimpanan missal, dan transmisi elektronikal dan optial.
Sehubungan dengan uraian terebut di atas tentang telematika,
maka kami akan membahas Perana Telematika dalam Kehidupan Sehari-hari.
A. Pengertian
Telematika
Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang
merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi
Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan,
pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian,
dan penggunaan data yang bermakna ( Miarso, 2007 ).
Para praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan
dari “Telecommunication” and “informatics” dimana sebagai wujud dari perpaduan
konsep Computing and Communication. Istilah dari Telematics juga dikenal
sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi
digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan
informatika menjadi semakin terpadu ( konvergensi ). Yang mana semula media
masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi
komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan
sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh
lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara
telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang
secara terpisah.
Alfin Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan
informatika, kini populer dengan nama telematika (Yuliar,2007).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi
antara teknologi Telekomunikasi, Media dan Informatika yang digunakan untuk
keperluan pemrosesan data dengan sistem binary/digital.
B.
Fungsi Telematika
Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komunikasi
jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :
- Penyampai informasi.Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
- Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.
C. Peranan
Telematika dalam keseharian
Dengan semakin berkembangnya Teknologi pada saat ini maka
semakin mudahnya setiap orang untuk mendapatkan berita secara mudah dan cepat
baik itu dari media cetak misalnya Koran, majalah dalam bentuk tulisan ataupun
dalam bentuk gambar-gambar yang sesuai dengan kejadian-kejadian yang
sebenarnya, sedangkan pada media visual misalnya Televisi yang menampilkan
gambar yang bergerak.
Perkembangan teknologipun berkembang pesat, mulai dari pesawat
telepon manual ke otomatis, dan dari analog menjadi digital. Pada gilirannya
perkembangan ini menuntut adanya pengaturan infrastruktur dan standarisasi
peralatan. Tak lama kemudian masuklah teknologi mobile-telecommunication.
Berkembanglah pemakaian handphone yang berdampak tumbuhnya
usaha-usaha yang tidak hanya menyediakan layanan atau jejaring saja, melainkan
juga membangun pabrik-pabrik dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan kabel.
Menarik untuk dicatat bahwa di era serbuan bisnis telekomunikasi itu, ternyata
kaidah dan aturan bisnis professional tidak sepenuhnya diikuti.
Beberapa yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah :
1. Perkembangan teknologi informasi dan broadcasting itu ternyata sangat
berpengaruh dalam artian berita, tetapi juga iklan yang sangat berpengaruh
dalam dunia bisnis. Lebih jauh lagi dengan berkembangannya telebanking,
telekumunikasi sebelumnya dilihat hanya sebagai public utility, kini berubah
menjadi bisnis opportunity.
2. Globalisasi ekonomi menciptakan suasana kompetisi yang semakin
ketat. Ini menuntut penyelenggaraan telekomunikasi dengan kualitas layanan yang
semakin tinggi.
Setelah dilakukan pengorbitan satelit, jangkauan telekomunikasi yang ada akan semakin bisa meliputi seluruh wilayah luar maupun dalam negeri. Satelit telekomunikas itu kemudian bisa dimanfaatkan bukan untuk telepon tetapi juga untuk berbagai macam keperluan lain seperti, pengiriman facsimile, telex, dan pengiriman berbagai informasi dalam bentuk lain termasuk broadcasting.
Setelah dilakukan pengorbitan satelit, jangkauan telekomunikasi yang ada akan semakin bisa meliputi seluruh wilayah luar maupun dalam negeri. Satelit telekomunikas itu kemudian bisa dimanfaatkan bukan untuk telepon tetapi juga untuk berbagai macam keperluan lain seperti, pengiriman facsimile, telex, dan pengiriman berbagai informasi dalam bentuk lain termasuk broadcasting.
D.
Sumber Daya
Telematika
Dalam bidang sumber daya , diarahkan pada pengembangan SDM,
industri dalam negeri, hukum dan perdagangan, serta kultur informasi. Secara
umum dirasakan bahwa SDM di dalam negeri belum memenuhi harapan untuk berperan
dalam pengembangan teknologi yang berubah begitu cepat. Untuk itu keterlibatan
berbagai kelompok masyarakat dalam merumuskan dan mewujudkan program-program
telematika perlu ditumbuh kembangkan secara berangsur-angsur.
E.
Peran Telematika
Berdasarkan perkembangan telematika tersebut diatas, telematika
memiliki tiga peran pokok, antara lain:
- Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
- Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
- Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.
F.
Pemanfaatan
Telematika di Bidang Pendidikan
Terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang
pendidikan, yaitu :
1.
Perpustakaan
Elektronik
Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu
dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep
perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya.
Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang
terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu
dapat di akses melalui internet.
2. Surat Elektronik (Email)
Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen,
pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam
kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya
lewat email.
3. Ensiklopedia
Kebanyakan perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah
mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga
diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar
saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data
informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di
internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi
yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.
4. Sistem Distribusi
Bahan Secara Elektronis ( digital )
Dengan adanya sistem ini maka kekurangan serta keterlambatan bahan
pelajaran bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Yang
paling penting bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan dalam jenjang
peningkatan pendidikannya yang lebih tinggi, sarana untuk mengakses program yang
diminati tidak menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang
dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.
5. Tele-edukasi dan
Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
Dalam pendidikan dan pelatihan jarak jauh juga diperlukan untuk
memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka
peningkatan mutu dan keterampilan professional dari Sumber Daya Manusianya.
Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat
memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam
rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi, baik yang bersifat
pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.
6. Pengelolaan Sistem
Informasi
Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang
sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi
semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan
yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM,
namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah
dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya
lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu
sistem.
7. Video Teleconference
Dimana keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau
mahasiswa dari seluruh penjuru dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal
bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi
dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang
berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.
Sumber :
-
telematika.html; http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
- http://gakaramyblog.blogspot.com
Selasa, 19 November 2013
manajemen data telematika
Manajemen Data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa data:
-Data Akurat
-Up to Date (Mutakhir)
-Aman
-Tersedia bagi pemakai (user)
Kegiatan Manajemen Data (1)
Kegiatan manajemen data mencakup :
-Pengumpulan Data
-Integritas dan Pengujian
-Penyimpanan
-Pemeliharaan
-Keamanan
-Organisasi
-Pengambilan
Kegiatan Manajemen Data (2)
KETERANGAN:
-Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.
-Integritas dan Pengujian
Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.
-Penyimpanan
Data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan magnetic.
-Pemeliharaan
Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.
-Keamanan
Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.
-Organisasi
Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
-Pengambilan
Data tersedia bagi pemakai.
sumber : http://yusuke-chan.blogspot.com/2011/11/manajemen-data-telematika.html
-Data Akurat
-Up to Date (Mutakhir)
-Aman
-Tersedia bagi pemakai (user)
Kegiatan Manajemen Data (1)
Kegiatan manajemen data mencakup :
-Pengumpulan Data
-Integritas dan Pengujian
-Penyimpanan
-Pemeliharaan
-Keamanan
-Organisasi
-Pengambilan
Kegiatan Manajemen Data (2)
KETERANGAN:
-Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.
-Integritas dan Pengujian
Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.
-Penyimpanan
Data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan magnetic.
-Pemeliharaan
Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.
-Keamanan
Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.
-Organisasi
Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
-Pengambilan
Data tersedia bagi pemakai.
sumber : http://yusuke-chan.blogspot.com/2011/11/manajemen-data-telematika.html
Kamis, 24 Oktober 2013
Teknologi telematika
Pendahuluan
Dewasa ini perkembangan teknologi sangat lah pesat hingga
tidak bisa dibendung lagi. Seiring dengan perkembembangan teknologi yang sangat
maju maka belakangan ini ada yang namanya teknologi telematika. Apa itu
teknologi informatika? Kita akan bahas pada tulisan kali ini
Materi
Teknologi telematika dikenal sebagai konvergensi dari
teknologi komunikasi (communication), pengolahan (computing) dan informasi
(information) yang diseminasikan mempergunakan sarana multimedia. Masalah di
Indonesia yang paling utama adalah bagaimana memecahkan masalah kesenjangan
digital yang masih sangat besar dengan menumbuh-kembangkan inovasi atau
teknopreneur industri telematika. Technopreneurship atau wirausaha teknologi
merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai
basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak
bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi
nasional.
Pengusaha bidang teknologi (Technopreneur), khususnya teknologi informasi (TI) membutuhkan adanya kebebasan dalam berinovasi, tanpa harus terkekang oleh regulasi yang malah menghambat. Semakin pemerintah mengendurkan ketatnya regulasi yang mengatur gerakan grass root komunitas TI di Indonesia, maka akan memberikan dampak positif berupa tumbuhnya TI itu sendiri dan juga aspek bisnisnya. Hal ini sangat penting karena dilandasi pengalaman di lapangan, di mana seringkali terjadi benturan antara kepentingan badan usaha sebagai unit bisnis yang menuntut untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai wirausahawan dan melakukan perubahan-perubahan, menyesuaikan antara fakta yang ada dengan tuntutan perubahan serta memperbesar usaha, tetapi di sisi lain ada kepentingan-kepentingan Pemerintah yang mungkin saja berlawanan dengan kepentingan sebagai suatu unit bisnis. Padahal dalam technopreneurship diperlukan semangat kompetisi yang dominan, agar tidak tertinggal dari turbulensi bisnis global.
Dalam kurun waktu yang panjang, ilmu pengetahuan ditempatkan pada “kotak” tersendiri secara eksklusif, seolah-olah diasingkan dari kegiatan ekonomi. Dunia ilmu pengetahuan atau kita sebut dengan pendidikan, dianggap bukan menjadi bagian dari suatu sistem ekonomi. Dunia pendidikan dipandang sebagai suatu dunia tersendiri tempat dibangunnya nilai-nilai luhur, sementara dunia ekonomi dipandang sebagai dunia yang penuh dengan kecurangan, ketidakadilan, bahkan seolah dunia tanpai nilai (value). Cara pandang yang dikotomis tersebut, dalam kurun waktu yang lama belum dapat terjembatani secara baik. Masing-masing pihak lebih mementingkan dan meng claim sebagai pihak yang paling benar.
Pengusaha bidang teknologi (Technopreneur), khususnya teknologi informasi (TI) membutuhkan adanya kebebasan dalam berinovasi, tanpa harus terkekang oleh regulasi yang malah menghambat. Semakin pemerintah mengendurkan ketatnya regulasi yang mengatur gerakan grass root komunitas TI di Indonesia, maka akan memberikan dampak positif berupa tumbuhnya TI itu sendiri dan juga aspek bisnisnya. Hal ini sangat penting karena dilandasi pengalaman di lapangan, di mana seringkali terjadi benturan antara kepentingan badan usaha sebagai unit bisnis yang menuntut untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai wirausahawan dan melakukan perubahan-perubahan, menyesuaikan antara fakta yang ada dengan tuntutan perubahan serta memperbesar usaha, tetapi di sisi lain ada kepentingan-kepentingan Pemerintah yang mungkin saja berlawanan dengan kepentingan sebagai suatu unit bisnis. Padahal dalam technopreneurship diperlukan semangat kompetisi yang dominan, agar tidak tertinggal dari turbulensi bisnis global.
Dalam kurun waktu yang panjang, ilmu pengetahuan ditempatkan pada “kotak” tersendiri secara eksklusif, seolah-olah diasingkan dari kegiatan ekonomi. Dunia ilmu pengetahuan atau kita sebut dengan pendidikan, dianggap bukan menjadi bagian dari suatu sistem ekonomi. Dunia pendidikan dipandang sebagai suatu dunia tersendiri tempat dibangunnya nilai-nilai luhur, sementara dunia ekonomi dipandang sebagai dunia yang penuh dengan kecurangan, ketidakadilan, bahkan seolah dunia tanpai nilai (value). Cara pandang yang dikotomis tersebut, dalam kurun waktu yang lama belum dapat terjembatani secara baik. Masing-masing pihak lebih mementingkan dan meng claim sebagai pihak yang paling benar.
konvergensi dari teknologi komunikasi (communication),
pengolahan (computing) dan informasi (information) yang diseminasikan
mempergunakan sarana multimedia. Masalah di Indonesia yang paling utama adalah
bagaimana memecahkan masalah kesenjangan digital yang masih sangat besar dengan
menumbuh-kembangkan inovasi atau teknopreneur industri telematika.
Technopreneurship atau wirausaha teknologi merupakan proses dan pembentukan
usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa
penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi
sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional.
Pengusaha bidang teknologi (Technopreneur), khususnya teknologi informasi (TI) membutuhkan adanya kebebasan dalam berinovasi, tanpa harus terkekang oleh regulasi yang malah menghambat. Semakin pemerintah mengendurkan ketatnya regulasi yang mengatur gerakan grass root komunitas TI di Indonesia, maka akan memberikan dampak positif berupa tumbuhnya TI itu sendiri dan juga aspek bisnisnya. Hal ini sangat penting karena dilandasi pengalaman di lapangan, di mana seringkali terjadi benturan antara kepentingan badan usaha sebagai unit bisnis yang menuntut untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai wirausahawan dan melakukan perubahan-perubahan, menyesuaikan antara fakta yang ada dengan tuntutan perubahan serta memperbesar usaha, tetapi di sisi lain ada kepentingan-kepentingan Pemerintah yang mungkin saja berlawanan dengan kepentingan sebagai suatu unit bisnis. Padahal dalam technopreneurship diperlukan semangat kompetisi yang dominan, agar tidak tertinggal dari turbulensi bisnis global.
Pengusaha bidang teknologi (Technopreneur), khususnya teknologi informasi (TI) membutuhkan adanya kebebasan dalam berinovasi, tanpa harus terkekang oleh regulasi yang malah menghambat. Semakin pemerintah mengendurkan ketatnya regulasi yang mengatur gerakan grass root komunitas TI di Indonesia, maka akan memberikan dampak positif berupa tumbuhnya TI itu sendiri dan juga aspek bisnisnya. Hal ini sangat penting karena dilandasi pengalaman di lapangan, di mana seringkali terjadi benturan antara kepentingan badan usaha sebagai unit bisnis yang menuntut untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai wirausahawan dan melakukan perubahan-perubahan, menyesuaikan antara fakta yang ada dengan tuntutan perubahan serta memperbesar usaha, tetapi di sisi lain ada kepentingan-kepentingan Pemerintah yang mungkin saja berlawanan dengan kepentingan sebagai suatu unit bisnis. Padahal dalam technopreneurship diperlukan semangat kompetisi yang dominan, agar tidak tertinggal dari turbulensi bisnis global.
Pembahasan
Dari pendahuluan dan materi diatas dapat di simpulkan bahwa
teknologi telematika sangatlah penting karena Perubahan demi perubahan yang
terjadi dari suatu zaman ke zaman berikutnya telah mengantarkan manusia
memasuki era digital, suatu era yang seringkali menimbulkan pertanyaan : apakah
kita masih hidup di masa kini atau telah hidup di masa datang. Pertanyaan ini
timbul karena hampir segala sesuatu yang semula tidak terbayangkan akan terjadi
pada saat ini, secara tiba-tiba muncul di hadapan kita. Masa depan seolah-olah
dapat ditarik lebih cepat keberadaannya dari waktu yang semestinya, berkat
kemajuan teknologi informasi.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki
Selasa, 01 Oktober 2013
Telematika
Telematika
Pendahuluan
Belakangan ini kita sering mendengar kata
telematika, apa sebenarnya telematika itu? Nanti akan kita bahas pada bagian
teori. Kata telematika sendiri terkenal Karena ada peranan dari roy suryo yang
mengaku sebagai pakar telematika. Oleh sebab itu telematika akan kita bahas
dalam tulisan ini.
Teori
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATIKA merupakan
paduan dari dua kata yaitu telekomunikasi dan informasi yang merupakan
perpaduan dari konsep COMPUTING AND COMMUNICATION. Tetapi dalam bahasa perancis
telematika disebut TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya system jaringan
komunikasi dengan teknnologi informasi. Semula media masih belum menjadi bagian
integral dari isu konversi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan system computer ternyata juga menghadirkan
media komunikasi baru. Konversi dari telematika kemudian dipahami sebagai
system elektronik berbasiskan teknologi digital, karena istilah muitimedia
semulanya hanya merujuk pada kemampuan system computer untuk mengolah informasi
dalam berbagai medium. Secara garis besar istilah teknologi informasi,
telematika, dan multimedia mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai
definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Istilah telematika sering dipakai dalam beberapa macam bidang, contohnya adalah
: Ø Secara umum istilah telematika dipakai juga untuk sistem navigasi sebagai
baggian integral dari computer dan teknologi komunikasi berpindah. Ø Secara
lebih spesifik, istilah telematika dipakai dalam bidang kendaraan dan lalulintas.
Ø Integrasi antara system telekomunikasi dan informasi yang dikenal sebagai
teknologi informasi dan informatika atau ICT. ICT adalah ilmu yang berkaitan
dengan penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan paralatan
telekomunikasi.
1. Peranan Telematika dalam
Kehidupan Sehari – hari
Penggunaan istilah telematika sendiri mungkin lebih akrab di
telinga masyarakat umum dalam ranah hukum. Istilah ini, sering digunakan karena
dianggap dapat membantu untuk mengungkap kebenaran dari suatu barang bukti,
khususnya barang bukti yang berkaitan dengan media teknologi informasi, seperti
video dan foto. Sehingga sangat membantu proses penyidikkan yang dilakukan oleh
penegak hukum. Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu sempat muncul beberapa
video asusila yang cukup menarik perhatian masyarakat. Apakah benar video
tersebut dapat diterima kebenarannya? Disinilah salah satu kegunaan telematika.
Melalui analisa-analisa dari sisi telematika maka dapat diketahui kebenaran
dari video asusila tersebut.
Bidang
yang terkait dengan Telematika
Saat ini Telematika muncul sebagai
bidang ilmu yang memfokuskan pada peningkatan interaksi di antara manusia atau
proses melintasi jarak dan waktu melalui aplikasi Information and
Communications Technology (ICT).Contohnya saja E-commerce Salah satu bidang
yang di cakup dalam penerapan ilmu telematika adalah bidang ekonomi.
· E-Government ( admnistrasi
pemerintahan secara elektronik ) adalah penggunaan teknologi informasi yang
dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain. Contoh
nyata dari program e-government ini adalah adanya badan khusus yang mengurus
hal – hal berkaitan dengan telematika yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesi
(TKTI). Tim ini bertugas untuk mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori
kegiatan dalam rangka meningkatkan perkembangan dan pendayagunaan telematika di
Indonesia.
· E-commerce ( transaksi jual beli
secara elektronik ) merupakan suatu proses pembelian, penjualan, mentransfer,
atau pertukaran produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk
internet.
· E-learning ( pendidikan terbuka
dengan metode jarak jauh ) merupakan contoh dari berkembangnya dunia pendidikan
dari cara konvensional (tatap muka di kelas) ke cara yang lebih terbuka melalui
internet. Hal ini dapat terjadi karena adanya teknologi telematika yang dapat
menghubungkan pengajar dengan muridnya.
· Semua itu mungkin telematika
berbasis web, sedangkan diluar itu masih banyak lagi, seperti GPS ( Global
Positioning System ), kompas digital, sistem navigasi dan lain sebagainya.
Mengingat
besarnya penggunaan telematika dalam berbagai bidang, maka akan banyak
memberikan dampak luas bagi masyarakat umum, khususnya dalam effisiensi waktu
produktif, pemerataan distribusi, menyuguhkan banyak pilihan telematika dan
sebagainya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tanpa disadari telematika sebenarnya
telah hidup dalam kegiatan sehari-hari masyarakat banyak apa lagi jika
mengingat semakin pesatnya perkembangan teknologi, maka dampak dari telematika
ini akan semakin besar pula
Peran
Teknologi Telematika dalam Kepemimpinan Bangsa
Pada
saat ini bangsa kita sedang dalam tahapan rekonstruksi setelah mengalami krisis
ekonomi, sosial, dan politik yang terburuk pada tiga tahun terakhir ini. Kepercayaan
masyarakat kepada lembaga-lembaga formal amat tipis, bahkan kepercayaan antar
kelompok-kelompok dalam masyarakatpun terkikis. Sedangkan gejala disintegrasi
bangsa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita. Upaya rekonstruksi
diharapkan dapat membawa bangsa kita menjadi suatu masyarakat madani yang
bersatu dalam negara Republik Indonesia.
Memasuki
milenium ketiga, globalisasi yang semula merupakan suatu kecenderungan telah
menjadi suatu realitas, sedangkan alternatifnya adalah pengucilan dari kancah
pergaulan antar bangsa. Globalisasi menuntut adanya berbagai macam standar,
pengaturan, kewajiban, dan sekaligus juga memberi hak kepada anggota masyarakat
global. Berbagai aturan dikenakan secara global (misalnya, WTO, IMF, UN, dan
lain-lain). Tuntutan berkompetisi, dan sekaligus berkolaborasi, memaksa kita
untuk terus menerus meningkatkan daya saing bangsa kita, baik dalam pasar
lokal, regional, maupun dalam pasar global.
Sementara
itu, era reformasi memungkinkan kita untuk menelaah dan memperbaiki dampak
negatif dari sentralisasi yang berlebihan di masa lalu. Pola sentralisasi
selain mengabaikan inisiatif masyarakat, juga cenderung meniadakan proses
pengambilan keputusan yang didasarkan pada kriteria obyektif berdasarkan data
dan informasi. Setelah beberapa dasawarsa di bawah pemerintahan
tersentralisasi, kebijakan pucuk pimpinan seringkali menjadi satu-satunya acuan
yang harus diikuti. Akibatnya, keputusan lebih banyak dilakukan atas dasar
kesesuaian dengan kebijakan atasan daripada berdasarkan fakta dan informasi,
sehingga informasi yang dikumpulkan dari lapangan menjadi kurang dihargai.
Selain
masalah-masalah tersebut di atas, perkembangan teknologi juga memberikan
tantangan tersendiri pada berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu
teknologi yang berkembang pesat dan perlu dicermati adalah teknologi informasi.
Tanpa penguasaan dan pemahaman akan Teknologi Telematika ini, tantangan
globalisasi akan menyebabkan ketergantungan yang tinggi terhadap pihak lain dan
hilangnya kesempatan untuk bersaing karena minimnya pemanfaatan teknologi
informasi sebagai alat bantu dalam Kepemimpinan Bangsa. Mengingat perkembangan
Teknologi Telematika yang demikian pesat, maka upaya pengembangan dan
penguasaan Teknologi Telematika yang didasarkan pada kebutuhan sendiri haruslah
mendapat perhatian maupun prioritas yang utama untuk dapat menjadi masyarakat
yang lebih maju.
Dengan
tantangan yang beragam seperti itu, Pemerintah Republik Indonesia harus terus
melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya dan mengantisipasi langkah-langkah
yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah
bagaimana Teknologi Telematika (untuk selanjutnya akan disingkat TI atau
IT-Information Technology) dapat berperan dalam langkah-langkah yang sedang,
dan akan dilakukan dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut
Manfaat dan Dampak Negatif dari
Telematika
Pengaruh
positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung
dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara
sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan
memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana.
Dampak positif (keuntungan) dari
perkembangan telematika antara lain :
· Kemudahan dalam memperoleh Informasi
secara cepat.
Informasi yang diperoleh dapat bersifat real time artinya pada saat itu juga.
Selain itu informasi yang diinginkan dapat diperoleh secara langsung pada
sumbernya sehingga mengurangi adanya distorsi informasi.
· Transparasi dalam Informasi. Informasi dapat diketahui siapa
saja karena adanya keterbukaan.
· Kemudahan dalam memperoleh data. Dengan adanya perkembangan
telematika kita dapat memperoleh data dan Informasi dari berbagai sumber, baik
dari dalam negeri maupun luar negeri.
· Penghematan Waktu. Orang tidak perlu lagi mengorban
waktu untuk mengantri lama dalam melakukan transaksi keuangan tetapi cukup
dengan melakukan transaksi melalui internet atau ponsel genggam.
· Keuntungannya bagi masyarakat
Manfaat internet dalam e Business
secara nyata dapat menekan biaya transaksi dalam berbisnis dan
memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
b Manfaat internet dalam e
Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan
layanan untuk masyarakat.
c Dalam bidang kesehatan dan
juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat
luas.
d Telematika cukup memberi warna
tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya
sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka
Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce
(e-commerce).
e Pembangunan sektor Telematika
diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya.
· Keuntungannya bagi anak – anak
Diantara manfaat yang dapat
diperoleh adalah penggunaan perangkat lunak pendidikan seperti program-program
pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya.
Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur
hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.
b Manfaat lain bisa diperoleh anak
lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan
permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa
aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan
bermain peran (role-play).
c Dalam kaitan ini, komputer dalam
proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak.
Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan,
sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak
dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.
Dampak negatif (kerugian) dari
perkembangan telematika antara lain :
· Adanya cyber crime yaitu mengkloning
data
· Menyadap data
· Mengubah data tanpa seizin pemilik
data.
· Kekurangannya bagi anak. Melalui
internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan
secara terbuka dan tanpa penghalang. Nina mengungkapkan sebuah studi yang
menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi
muatan seks, tawaran seks, saat tengah Surfing (“berselancar”) di
internet.
Hal – hal yang harus dilakukan oleh
orang tua demi mencegah dampak negatif pada anak
orangtualah
yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan
internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet.
Karena itu, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ media dan tidak gaptek.
Sayangnya, seringkali anaknya sudah terlalu canggih, sementara orangtuanya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bagaimana membuka internet, juga tidak tahu apa-apa soal games yang suka dimainkan anak. Nanti ketika ada akibat buruknya, orangtua baru menyesal
Sayangnya, seringkali anaknya sudah terlalu canggih, sementara orangtuanya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bagaimana membuka internet, juga tidak tahu apa-apa soal games yang suka dimainkan anak. Nanti ketika ada akibat buruknya, orangtua baru menyesal
gunakan
software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja
program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci
segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
letakkan
komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan
di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, akan mempersulit
orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau
menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci.
Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan
pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.
Cegah kecanduan
Pengaruh negatif lain bagi anak, adalah kecendrungan munculnya ‘kecanduan’ anak pada komputer. Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial. Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
Peran penting orangtua
Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer.
berikan
kesempatan pada anak untuk belajar dan berinteraksi dengan komputer sejak dini.
Apalagi mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari
pada saat ini dan masa yang akan datang.
perhatikan
bahwa komputer juga punya efek-efek tertentu, termasuk pada fisik seseorang.
Karena perhatikan juga amsalah tata ruang dan pencahayaan. Cahaya yang terlalu
terang dan jarak pandangan terlalu dekat dapat mengganggu indera penglihatan
anak.
pilihlah
perangkat lunak tertentu yang memang ditujukan untuk anak-anak. Sekalipun yang
dipilih merupakan program edutainment ataupun games, sesuaikan selalu dengan
usia dan kemampuan anak.
perhatikan
keamanan anak saat bermain komputer dari bahaya listrik. Jangan sampai terjadi
konsleting atau kemungkinan kesetrum terkena bagian tertentu dari badan Central
Processing Unit (CPU) komputer.
carikan
anak meja atau kursi yang ergonomis (sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh
anak), yang nyaman bagi anak sehingga anak dapat memakainya dengan mudah.
Jangan sampai mousenya terlalu tinggi, atau kepala harus mendongak yang dapat
menyebabkan kelelahan. Alat kerja yang tidak ergonomis juga tidak baik bagi
anatomi anak untuk jangka panjang.
bermain
komputer bukan satu-satunya kegiatan bagi anak. Jangan sampai anak kehilangan
kegiatan yang bersifat sosial bersama teman-teman karena terlalu asik bermain
komputer.
Media Komunikasi yang Digunakan untuk Telematika
- Internet
- Handphone
- Video Conference
Analisis
Saya akan memberikan pendapat saya tentang
telematika ini sangat diperlukan. Saya ambil contoh mungkin dari bidang hukum dapat
membantu pihak kepolisian mengungkapkan suatu kasus dengan barang bukti foto
atau video tersebut dapat dilihat keaslianya atau hanya rekayasa semata.
Refrensi
Langganan:
Postingan (Atom)